Liberalisasi Empat Sektor Pada Jasa Prioritas di ASEAN

Perkembangan liberalisasi perdagangan jasa di ASEAN dapat dilihat dari komitmen anggota ASEAN untuk membuka sektor dan subsektor jasa dengan menghilangkan hambatan akses pasar dan menerapkan perlakuan nasional. Komitmen liberalisasi perdagangan jasa dilakukan dalam empat derajat liberalisasi yang berbeda-beda, yaitu:

• None, artinya terbuka penuh atau tidak ada hambatan dan pembatasan pada sektor jasa tersebut.
• Bound with limitations, artinya liberalisasi dengan pembatasan-pembatasan tertentu yang disebutkan dalam komitmen, di masa yang akan datang pembatasan ini dapat dibuka lebih lanjut.
• Unbound, artinya tidak ada komitmen, dikarenakan adanya aturan-aturan yang tidak sejalan dengan akses pasar atau perlakukan nasional.
• No commitment, tidak ada komitmen karena memang secara teknis tidak dimungkinkan.

Sementara itu, definisi sektor dan subsektor jasa dalam AFAS mengacu pada GATS/WTO (W/120) dan Central Product Classification (CPC). Definisi sektor dan subsektor pada keempat sektor jasa prioritas. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ochiai, Ryo, 2006, menunjukkan bahwa komitmen liberalisasi baik akses pasar maupun perlakuan nasional atas empat sektor prioritas jasa, kecuali e-ASEAN, di ASEAN masih sangat rendah, kurang dari 10 persen dari total subsektor yang ada. Kesiapan industri domestik di empat sektor jasa prioritas untuk bersaing merupakan penyebab utama rendahnya tingkat komitmen tersebut. Selain itu, hambatan dalam perdagangan jasa tidak mudah untuk diindentifikasi dan dikuantifikasi, sebagaimana dilakukan di perdagangan barang, sehingga tidak mudah untuk melakukan analisis cost and benefit atas dibukanya suatu sektor jasa yang sangat dibutuhkan dalam pembuatan kebijakan liberalisasi jasa. Sebagai contoh, berbagai peraturan dan undang-undang, yang bersifat tidak diskriminatif terhadap perusahaan asing, dapat dikategorikan sebagai hambatan perdagangan jasa apabila peraturan tersebut menghambat lalu lintas tenaga kerja atau pendirian kantor cabang perusahaan jasa. Keharusan untuk menghilangkan hambatan tersebut dalam perundingan liberalisasi jasa akan berdampak pada keseluruhan kebijakan domestik di sektor jasa tersebut. Sebagai gambaran, pengukuran tingkat liberalisasi perdagangan jasa melalui metode indeksisasi tingkat hambatan perdagangan jasa dan kelemahannya.

Pada sektor jasa pariwisata, komitmen liberalisasi yang rendah dilakukan oleh hampir semua negara anggota ASEAN. Walaupun negara ASEAN dinilai memiliki keunggulan komparatif yang tinggi di sektor ini, rendahnya komitmen liberalisasi menunjukkan kurangnya kesadaran negara-negara anggota untuk menggali berbagai potensi pariwisata yang unik di negaranya.

Hal yang sama terjadi pada sektor jasa kesehatan, untuk sektor ini bahkan tidak ada negara ASEAN yang memiliki komitmen dalam AFAS. Dalam kaitannya dengan GATS ada tiga negara ASEAN yang mempunyai komitmen untuk medical, dental, private hospital and venetary services yakni Brunei, Malaysia dan Singapura. Kondisi ini mengindikasikan bahwa mayoritas negara ASEAN masih menilai ketersediaan akses dan kualitas pelayanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat merupakan faktor krusial yang masih perlu diatur dengan hati-hati oleh pemerintah dengan menjaga keseimbangan antara peranan pemerintah dan peranan swasta baik domestik maupun asing.

Di sektor jasa penerbangan, mayoritas komitmen negara ASEAN dalam sektor ini berkaitan dengan jasa transportasi udara yang meliputi jasa perbaikan dan perawatan pesawat, penjualan dan pemasaran jasa penerbangan dan jasa Computer Reservation System (CRS). Beberapa negara anggota telah mempunyai komitmen dibeberapa subsektor jasa penerbangan, namun dengan derajat komitmen yang rendah (unbound).

Pada sektor jasa e-ASEAN, komitmen liberalisasi yang diberikan relatif lebih luas, sebagian besar berkaitan dengan subsektor jasa telekomunikasi. Walaupun masih dengan batasan-batasan, tetapi hampir setengah subsektor dalam sektor ini telah memiliki komitmen liberalisasi dalam AFAS. Kondisi ini menggambarkan kesadaran akan pentingmya sektor ini bagi kemajuan perekonomian negara-negara ASEAN.

Dilihat dari mode of supply, hasil penelitian Ochiai, Ryo, 2006, menunjukkan bahwa komitmen liberalisasi paling rendah terdapat pada movement of individual service provider (Mode 4). Pada mode ini sebagian besar komitmen bersifat unbound atau sesuai dengan horizontal commitment. Komitmen yang rendah pada Mode 4 mengindikasikan sensitifnya masalah tenaga kerja di negara ASEAN.

Rendahnya komitmen liberalisasi di empat sektor jasa prioritas mengindikasikan bahwa peranan pemerintah masih cukup besar dalam perdagangan jasa empat sektor jasa prioritas di masing-masing negara ASEAN. Hal tersebut dilakukan mengingat dampak empat sektor jasa tersebut terhadap perekonomian domestik negara anggota, seperti penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa (pariwisata), tingkat kesejahteraan seluruh masyarakat (kesehatan), ketersediaan infrastruktur dan kebanggaan nasional (penerbangan) dan penguasaan teknologi tinggi dan keamanan nasional (e-ASEAN).

Namun, hal tersebut tidak selalu mencerminkan kondisi di lapangan. Walaupun sebuah sektor atau subsektor jasa belum dinyatakan terbuka untuk penyedia jasa asing, tapi secara de facto proses liberalisasi telah terjadi karena adanya kebutuhan dari masyarakat ASEAN atas peningkatan jumlah dan kualitas pelayanan jasa prioritas seiring dengan kemajuan perekonomian ncgaranegara anggota ASEAN. Hal ini berarti rendahnya komitmen dalam
AFAS tidak secara otomatis dapat diartikan sebagai rendahnya tingkat integrasi perdagangan jasa di ASEAN.

Hambatan-hambatan perdagangan jasa sangat spesifik dan sangat bergantung pada subsektornya. Oleh karena itu, dalam subbab-subbab selanjutnya dibahas peluang dan tantangan masing-masing sektor jasa prioritas bagi ASEAN dan bagi Indonesia.

Pustaka: Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), 2015: memperkuat sinergi ASEAN di tengah … Oleh R. Winantyo,Tim Bank Indonesia,Sjamsul Arifin,Rizal A. Djaafara,Aida S. Budiman

The URI to TrackBack this entry is: https://expressknowledges.wordpress.com/2011/07/28/liberalisasi-empat-sektor-pada-jasa-prioritas-di-asean/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: